gambar sepatu sekolah jaman sekarang, sepatu sekolah 100 ribu, sepatu sekolah 100 ribuan
Penyakit akibat kerja di Tempat Kerja Kesehatan
1. Faktor
Biologis (kuman patogen yang berasal umumnya dari pasien)
Lingkungan kerja pada Pelayanan Kesehatan favorable bagi berkembang biaknya
strain kuman yang resisten, terutama kuman-kuman pyogenic, colli, bacilli dan
staphylococci, yang bersumber dari pasien, benda-benda yang terkontaminasi dan
udara. Virus yang menyebar melalui kontak dengan darah dan sekreta (misalnya
HIV dan Hep. B) dapat menginfeksi pekerja hanya akibat kecelakaan kecil dipekerjaan,
misalnya karena tergores atau tertusuk jarum yang terkontaminasi virus. Angka
kejadian infeksi nosokomial di unit Pelayanan Kesehatan cukup tinggi. Secara
teoritis kemungkinan kontaminasi pekerja LAK sangat besar, sebagai contoh
dokter di RS mempunyai risiko terkena infeksi 2 sampai 3 kali lebih besar dari
pada dokter yang praktek pribadi atau swasta, dan bagi petugas Kebersihan
menangani limbah yang infeksius senantiasa kontak dengan bahan yang tercemar
kuman patogen, debu beracun mempunyai peluang terkena infeksi.
Pencegahan :
o Seluruh pekerja harus mendapat pelatihan dasar tentang kebersihan, epidemilogi dan desinfeksi.
o Sebelum bekerja dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan dalam keadaan sehat badani, punya cukup kekebalan alami untuk bekerja dengan bahan infeksius, dan dilakukan imunisasi.
o Menggunakan desinfektan yang sesuai dan cara penggunaan yang benar.
o Sterilisasi dan desinfeksi terhadap tempat, peralatan, sisa bahan infeksius dan spesimen secara benar
o Pengelolaan limbah infeksius dengan benar
o Menggunakan kabinet keamanan biologis yang sesuai.
o Kebersihan diri dari petugas.
2. Faktor kimia (pemaparan dalam dosis kecil namun terus menerus seperti antiseptik pada kulit, zat kimia/solvent yang menyebabkan kerusakan hati)
Petugas
di tempat kerja kesehatan yang sering kali kontak dengan bahan kimia dan
obat-obatan seperti antibiotika, demikian pula dengan solvent yang banyak
digunakan dalam komponen antiseptik, desinfektan dikenal sebagai zat yang
paling karsinogen. Semua bahan cepat atau lambat ini dapat memberi dampak
negatif terhadap kesehatan mereka. Gangguan kesehatan yang paling sering adalah
dermatosis kontak akibat kerja yang pada umumnya disebabkan oleh iritasi
(amoniak, dioksan) dan hanya sedikit saja oleh karena alergi (keton). Bahan
toksik ( trichloroethane, tetrachloromethane) jika tertelan, terhirup atau
terserap melalui kulit dapat menyebabkan penyakit akut atau kronik, bahkan
kematian. Bahan korosif (asam dan basa) akan mengakibatkan kerusakan jaringan
yang irreversible pada daerah yang terpapar.
Pencegahan :
o ”Material safety data sheet” (MSDS) dari seluruh bahan kimia yang ada untuk diketahui oleh seluruh petugas untuk petugas atau tenaga kesehatan laboratorium.
o Menggunakan karet isap (rubber bulb) atau alat vakum untuk mencegah tertelannya bahan kimia dan terhirupnya aerosol untuk petugas / tenaga kesehatan laboratorium.
o Menggunakan alat pelindung diri (pelindung mata, sarung tangan, celemek, jas laboratorium) dengan benar.
o Hindari penggunaan lensa kontak, karena dapat melekat antara mata dan lensa.
o Menggunakan alat pelindung pernafasan dengan benar.
3. Faktor Ergonomi (cara duduk salah, cara mengangkat pasien salah)
Ergonomi
sebagai ilmu, teknologi dan seni berupaya menyerasikan alat, cara, proses dan
lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan batasan manusia untuk
terwujudnya kondisi dan lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman dan tercapai
efisiensi yang setinggi-tingginya. Pendekatan ergonomi bersifat konseptual dan kuratif,
secara populer kedua pendekatan tersebut dikenal sebagai To fit the Job to the
Man and to fit the Man to the Job
Sebagian besar pekerja di perkantoran atau Pelayanan Kesehatan pemerintah,
bekerja dalam posisi yang kurang ergonomis, misalnya tenaga operator peralatan,
hal ini disebabkan peralatan yang digunakan pada umumnya barang impor yang
disainnya tidak sesuai dengan ukuran pekerja Indonesia. Posisi kerja yang salah
dan dipaksakan dapat menyebabkan mudah lelah sehingga kerja menjadi kurang efisien
dan dalam jangka panjang dapat menyebakan gangguan fisik dan psikologis
(stress) dengan keluhan yang paling sering adalah nyeri pinggang kerja (low
back pain).
4. Faktor Fisik (panas pada kulit, tegangan tinggi, radiasi dll.);
Faktor fisik di laboratorium kesehatan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan kerja meliputi:
o Kebisingan, getaran akibat alat / media elektronik dapat menyebabkan stress dan ketulian
o Pencahayaan yang kurang di ruang kerja, laboratorium, ruang perawatan dan kantor administrasi dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan kecelakaan kerja.
o Suhu dan kelembaban yang tinggi di tempat kerja
o Terimbas kecelakaan/kebakaran akibat lingkungan sekitar.Terkena radiasi
o Khusus untuk radiasi, dengan berkembangnya teknologi pemeriksaan, penggunaannya meningkat sangat tajam dan jika tidak dikontrol dapat membahayakan petugas yang menangani.
Pencegahan:
o Pengendalian cahaya di ruang kerja khususnya ruang laboratorium.
o Pengaturan ventilasi dan penyediaan air minum yang cukup memadai.
o Menurunkan getaran dengan bantalan anti vibrasi
o Pengaturan jadwal kerja yang sesuai.
o Pelindung mata untuk sinar laser
o Filter untuk mikroskop untuk pemeriksa demam berdarah
5. Faktor Psikososial (ketegangan di kamar penerimaan pasien, gawat darurat, karantina dll.)
contoh faktor psikososial di laboratorium kesehatan yang dapat menyebabkan stress :
o Pelayanan kesehatan sering kali bersifat emergency dan menyangkut hidup mati seseorang. Untuk itu pekerja di tempat kerja kesehatan di tuntut untuk memberikan pelayanan yang tepat dan cepat disertai dengan kewibawaan dan keramahan-tamahan
o Pekerjaan pada unit-unit tertentu yang sangat monoton.
o Hubungan kerja yang kurang serasi antara pimpinan dan bawahan atau sesama teman kerja.Beban mental karena menjadi panutan bagi mitra kerja di sektor formal ataupun informal.
Mencari Produk Sepatu Safety Yang Berkualitas Tidaklah Mudah. Kita juga harus mempertimbangkan berbagai aspek. Salah satunya mungkin modelnya. Anda tidak perlu khawatir. REDIBOS menjawab kebutuhan anda dengan berbagai produknya.
untuk pemesanan, silahkan hubungi contact dibawah ini
WA : http://bit.ly/081945575656
CALL : 0813 59 117 118
Alamat : Jl.Tempur No.19 RT/12 RW/04, Tempur, Kemiri, Kepanjen, Malang, Jatim

Tidak ada komentar:
Posting Komentar